9 Mitos dan Fakta Tentang Rematik

9 Mitos dan Fakta Tentang Rematik,– Rematik merupakan salah satu jenis penyakit yang umum diderita masyarakat baik tua maupun muda, yang menyerang sendi dan jaringan disekitarnya. Dalam kondisi yang parah, rematik dapat menimbulkan kecacatan tetap, ketidakmampuan dan penurunan kualitas hidup.

9 Mitos dan Fakta Tentang Rematik

9 Mitos dan Fakta Tentang Reamtik

Menurut ahli penyakit dalam dan rheumatolog dariu Divisi Rheumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. Bambang Setyohadi, menjelaskan beberapa mitos dan fakta mengenai seputar penyakit rematik. Antara lain:

1. Mitos: Penyakit Rematik hanya mengincar orang berusia lanjut
Fakta: rematik menyerang semua usia, baik tua maupun muda, pria maupun wanita tergantung pada jenis penyakit rematiknya. Rematik jenis osteoartritis umumnya menyerang orang-orang berusia di atas 45 tahun, sedangkan jenis lupus eritematosus menyerang wanita muda usia produktif akan tetapi juga dapat mengenai setiap orang.

Baca juga: Penyebab Rematik Di Usia Muda

2. Mitos: Rematik adalah penyakit keturunan
Fakta: Rematik tidak selalu diturunkan secara langsung dari orang tua ke anak. Namun, ada kecenderungan faktor keluarga menjadi faktor risiko terjadinya penyakit rematik seperti pada Reumatoid Artritis, Lupus Eritematosus Sistemik dan Gout.

3. Mitos: Penyakit rematik adalah penyakit tulang
Fakta: Rematik adalah penyakit yang menyerang persendian tulang. Penyakit ini terdiri dari ratusan jenis, termasuk osteoartritis (pengapuran), lupus, serta artritis rematoid. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan rematik menyerang daerah lain seperti jaringan ikat dan otot.

4. Mitos: Semua penyakit rematik disebabkan asam urat
Fakta: Hanya sekitar 10% saja pengidap rematik yang asam uratnya tinggi. Kata Bambang “banyak pasien yang asam urat tinggi justru tidak mengalami rematik. Menurutnya asam urat dalam darah yang tinggi belum tentu akan menyebabkan rematik. “Penyakit rematik akan terjadi apabila asam urat terkumpul dalam sendi dan membentuk endapan kristal monosodium urat,” terangnya.

5. Mitos: Sering mandi malam dan cuaca dingin sebabkan rematik
Fakta: Secara patologis, mandi malam atau cuaca dingin tidak menyebabkan penyakit rematik. Namun pada penderita rematik tertentu, faktor dingin dapat memperburuk keluhan sehingga saat terkena dingin akan terasa nyeri di sendi-sendinya. Temperatur yang dingin dapat menyebabkan gangguan aliran sinovium serta merangsang saraf nosiseptor di sekitar sendi sehingga menyebabkan sendi yang sudah terkena arthitis menjadi kaku dan nyeri.

6. Mitos: Makan Kangkung atau bayam sebabkan rematik
Fakta: Tidak hasil penelitian yang menghubungkan antara kangkung atau bayam dengan risiko rematik. “Kalaupun yang harus dihindari, bila Anda ditakdirkan menderita rematik adalah makanan yang dapat memicu purin atau bahan yang akan diubah menjadi asam urat seperti jeroan, seafood atau minuman beralkohol,” tegas Bambang.

7. Mitos: Sakit pada tulang di malam hari adalah gejala rematik
Fakta: Gejala-gejala yang umum terjadi pada penderita rematik adalah pegal-pegal dan peradangan sendi (bengkak, merah, nyeri, panas, dan sulit digerakan). Gejala ini tidak terbatas pada malam hari dan bisa menyerang setiap saat.

8. Mitos: Antibiotik hanya diperlukan untuk sendi yang bengkak
Fakta: Tidak semua antibiotik dapat bekerja pada rematik. Biasanya rematik akibat infeksilah yang dapat menggunakan antibiotik sebagai solusinya. Meskipun sendi terlihat membengkak dan merah, antibotik tidak diberikan secara rutin.

9. Mitos: Olahraga berbahaya bagi penderita rematik
Fakta: Ketidakaktifan sangat berbahaya bagi seseorang dengan rematik. Ketidakaktifan dapat merampas otot-otot Anda dari kekuatan yang mereka butuhkan untuk menjaga agar sendi tetap stabil dan dapat meningkatkan risiko kerusakan sendi dan kelainan bentuk. Olahraga tidak hanya akan membantu Anda menjaga kesehatan persendiaan, namun juga dapat memberi manfaat bagi kesehatn fisik dan mental secara keseluruhan.

Apakah Anda mengalami penyakit rematik dan sedang mencari pengobatan yang efektif namun dengan cara alami? Anda tidak perlu khawatir, karena kami punya solusinya yakni QnC Jelly Gamat.

9 Mitos dan Fakta Tentang Rematik

QnC Jelly Gamat adalah obat herbal yang terbuat dari Ekstrak Teripang Emas yang diformulasikan dengan bahan herbal alami lainnya yaitu Sweetener Stevia, Essen Natural, Pengemulsi Nabati, Air RO, serta Ekstrak Buah & Sayur yang sudah teruji akan khasiatnya dalam membantu mengobati penyakit rematik seacra alami.

QnC Jelly Gamat adalah solusi alternatif yang tepat bagi Anda yang ingin mencegah, mengatasi, mengobati, bahkan menyembuhkan asam urat. Anda tidak perlu khawatir karena Obat rematik QnC Jelly Gamat sudah terdaftar di DEPKES P-IRT No: 109321601291-1229 dan POM TR 173301471 serta telah mendapatkan sertifikasi HALAL dari MUI sehingga Aman dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa menimbulkan efek samping dan ketergantungan pada tubuh. Untuk informasi lebih lengkap, KLIK >>  Obat Penyakit Rematik

Itulah informasi mengenai 9 mitos dan fakta tentang rematik yang harus diketahui. Semoga bermanfaat..

9 Mitos dan Fakta Tentang Rematik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s